Pengukuran Kinerja Waktu Proyek Menggunakan Metode Earned Value Management (evm) Dan Mengoptimalkan Waktu Proyek Menggunakan Precedence Diagramming Method (pdm) Pada Proyek Renovasi Ruangan Pt. Xyz

Authors

  • M Irfan Hammadi Ahadis Telkomuniversity
  • Imam Haryono Telkomuniversity
  • Ika Arum Puspita Telkomuniversity

Abstract

Abstrak PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi dalam merealisasikan pembangunan telekomunikasi di Indonesia. Proyek yang saat ini sedang dijalankan adalah proyek renovasi ruang kerja Direktorat Keuangan dan SDM Dana Pensiunan Telkom Bandung. Saat ini, proyek sedang berada di fase monitoring & controlling. Monitoring & controlling dibutuhkan untuk melacak, meninjau dan mengatur kemajuan dari kinerja suatu proyek. Salah satu metode yang digunakan dalam fase monitoring & controlling adalah metode Earned Value Management (EVM). Metode EVM digunakan untuk membandingkan antara nilai kinerja perencanaan dan nilai kinerja yang terjadi di lapangan, sehingga dapat diketahui jika terjadi penyimpangan kinerja proyek. Metode EVM juga dapat digunakan untuk mengetahui kinerja proyek. Berdasarkan hasil perhitungan pada penelitian ini, didapatkan nilai SPI pada periode minggu ke-10 sebesar 0,932 atau mengalami keterlambatan pengerjaan proyek sebesar 6,814 %. Nilai SPI yang berada di bawah batas satu menandakan bahwa kinerja proyek di lapangan tidak sesuai dengan kinerja perencanaan. Selain itu, dilakukan peramalan proyek untuk mengetahui estimasi penyelesaiannya. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan, diketahui bahwa proyek mengalami keterlambatan penyelesaian selama 7 hari dari perencanaan awal proyek dan dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp 11.931.990 . Selanjutnya, dilakukan penjadwalan sisa paket pekerjaan dengan menggunakan metode Precedence Diagramming Method (PDM). Dari hasil penjadwalan ulang tersebut, diketahui bahwa proyek dapat terselesaikan sesuai dengan perencanaan dan tidak dikenakan denda keterlambatan.

Kata kunci : Renovasi Ruang Kerja, Earned Value Management, Kinerja Proyek, Peramalan Proyek, Precedence Diagramming Method Abstract PT. XYZ is a company engaged in telecommunications in realizing telecommunications development in Indonesia. The project currently underway is the workspace project of the Directorate of Finance and Human Resources of the Bandung Telkom Pensioners Fund. At present, the project is in the monitoring & controlling phase. Monitoring & controlling is needed to track, review and manage the progress of a project's performance. One method used in the monitoring & controlling phase is the Earned Value Management (EVM) method. EVM method is used to compare the value of planning performance and the value of performance that occurs in the field, so that it can be known if there is a deviation in project performance. EVM method can also be used to determine project performance. Based on the results of calculations in this study, value of SPI in the 10th week period is 0,932 or experiencing delays in the project by 6,814 %. SPI value below the limit of one indicates that project performance in the field does not match with project planning performance. In addition, project forecasting is carried out to determine the estimated completion. Based on the results of forecasting calculations, noted that the project experienced a delay of completion for 7 days from the initial planning of the project and is subject to late fee of Rp 11.931.990. Furthermore, the remaining work packages are scheduled by using the Precedence Diagramming Method (PDM). From the results of the rescheduling, it is known that the project can be completed in accordance with the plan and is not subject to late fees. Key Words: Workspace Renovation, Earned Value Management, Project Performance, Project Forecasting, Precedence Diagramming Method

Downloads

Published

2020-08-01

Issue

Section

Program Studi S1 Teknik Industri